Senin, 15 Juni 2015

Sinopsis Toba Dreams



Sinopsis Toba Dreams

Film ini adalah tentang mimpi sersan Tebe yang ingin hidup dengan tenang dan damai mengandalkan uang pensiunan tentara dan memilih pulang untuk membangun kampung halamannya.
          Latar belakang dari film ini membahas mengenai tentang kisah cinta yang terlalu mencintai.Cinta yang kadang tersesat dalam menemukan kebenaran. Seperti sersan Tebe yang mendidik anak-anaknya layaknya pasukan tempur karena cintanya yang luar biasa kepada mereka.
          Maka ketika Ronggur, anak sulungnya menjadi pemberontak dalam keluarga, terjadilah konflik mendalam antara ayah dan anak. Puncak konflik terjadi ketika sersan Tebe pensiun dari kesatuan tentara, untuk tetap dapat bertahan hidup akhirnya sersan Tebe memutuskan sekeluarganya untuk kembali ke kampung halaman sersan Tebe di Sumatra dekat dengan danau Toba, hanya ronggur anak pertamanya yang menolak keputusan tersebut. Pada akhirnya ronggur ikut juga ke kampung halaman ayahnya tersebut, namun ronggur tidak betah tinggal disana apalagi untuk tinggal jauh dari wanita yang dia suka.
          Ronggur yang sesungguhnya mewarisi tabiat keras ayahnya menemukan cinta dalam diri Andini, seorang wanita ningrat yg berbeda agama.
          Tapi Ronggur menolak, ia ingin membuktikan bahwa selama ini ayahnya salah memilih jalan hidup. Dengan penuh siasat Ronggur menjelma menjadi pentolan mafia narkoba dan merebut Andini dari orangtuanya yang tak merestui hubungan mereka. Ronggur berhasil menjadi orang yang sukses, orang yang berglimang harta.
           Tapi sejujurnya ronggur tidak menyukai pekerjaannya tersebut, awalmulanya adalah ketika ronggur dijebak oleh kelompok mafia narkoba yang ingin merekrut dia sebagai anggotanya karena ronggur memiliki nyali yang besar, ronggur menolak dan marah dia hampir menikam bos besar mafia tersebut, namun ia tak berkutik ketika komplotan mafia tersebut menunjukkan keluarga temannya, komplotan tersebut mengancam akan membunuh keluarga temannya jika dia tidak menuruti perintah dari komplotan mafia tersebut. Dan otomatis ronggur terjebak dalam lingkaran hitam tersebut.
           Diantara gemerlapnya Jakarta dan ketenangan danau toba.sersan tebe, ronggur dan andini merajut drama perjalanan mereka. Di danau Toba jugalah mimpi dan cinta mereka bermula.
          Ronggur berhasil merebut andini dari keluarganya yang hampir menikahkan andini dengan seorang anak jendral, ronggur menikah dengan andini di kampung halaman ayahnya. Namun ayahnya tetap masih mencurigai kekayaan yang diperoleh ronggur.
          Adik adik ronggur pun mendapatkan hal-hal seperti yang mereka inginkan, adik pertama ronggur yang awalnya dipaksakan masuk AKMIL oleh sersan Tebe akhirnya berkata jujur kepada ayahnya bahwa dia tidak mau menjadi tentara, namun dia ingin melanjutkan pendidikan sebagai pendeta. Sedangkan adik kedua ronggur berhasil masuk ke SMA favorit di Sumatra dengan pendidikan semi militer.
          Kehidupan ronggur berjalan nyaman, sampai suatu waktu adik temannya ikut mengonsumsi narkoba. Teman ronggur marah besar dan tidak ingin berteman lagi dengan ronggur. Disini ronggur sendiri sudah menjauh dari bisnis haramnnya namun, sesudah kejadian meningglnya adik temannya itu ronggur dicari oleh komplotan mafia itu, karena ronggur terlalu lama menghilang & tidak melakukan bisnis itu lagi.
          Pada akhirnya komplotan mafia itu memberi syarat untuk kebebasan ronggur asal ia dapat membunuh seorang jaksa yang jujur & berani dalam menebas bisnis narkoba. Ronggur berat hati menjalankan tugasnya ini ia berfikiran “mengapa orang baik seperti dia patut mati??, seharunya yang patut mati kita orang-orang yang jahat ini”
          Ronggur mengirim anak dan istrinya ke kampung halaman ayahnya di Sumatra untuk melindungi mereka dari komplotan mafia tersebut. Suatu malam ronggur kembali ke komplotan dan bertemu dengan mafia tersebut, mereka bertanya mengapa ronggur belum membunuh jaksa itu. ronggur diam dan hanya menyampaikan isi pikirannya “mengapa orang baik seperti dia patut mati??, seharunya yang patut mati kita orang-orang yang jahat ini”. Puncak dendam ronggur terhadap mafia tersebut memuncak disini, dan ronggur membunuh semua anggota mafia tersebut.
          Tak butuh waktu yang lama keesokan harinya ronggur telah dicari polisi atas kasus pembunuhan yang di lakukan oleh gembong narkoba terhadap komplotan mafianya sendiri, ronggur lari kekampung halamannya dan bersembunyi dirumah yang terletak di danau toba.
          Sersan Tebe mengetahui perbuatan anaknya dan mencari ronggur, tibalah ia di tempat persembunyian ronggur, disini ronggur mengungkapkan semua rasa terhadap ayahnya, sersan Tebe menangis dan meminta maaf, karena ia terlalu sibuk berperang dan tidak pernah ada waktu untuk anaknya yaitu ronggur. Akhirnya sersan Tebe berhasil mebujuk anaknya untuk bertanggung jawab atas semua perbuatannya tersebut, ketika itu polisi sudah berada di lokasi dan sudah mengepung.
          Namun naas ketika ronggur keluar rumah dan ingin menyerahkan diri ke polisi, seorang komplotan mafia masih hidup dan sudah membidik ronggur dengan senjata laras panjang, ronggur ditembak tepat di jantungnya dari bukit oleh mafia tersebut. Dan ronggur meninggal seketika di danau toba pada pelukan ayahnya.
          Di akhri film, ronggur di makamkan di tanah kelahiran ayahnya. Ayahnya menitipkan kopiah kesayangannya kepada anak ronggur yang ingin balik lagi kejakarta. Sang cucu memberi hormat kepada kakeknya, sersan Tebe memberi hormat balik, namun beberapa saat kemudian ia melihat sosok anak pertamanya yakni ronggur menggenakan seragam kebanggaan akademi militer dan dengan posisi sedang memberi hormat kepada dia, sersan Tebe tidak dapat menahan air matanya melihat hal tersebut. Dan drama film toba dreams pun usai.

Senin, 27 April 2015

Manusia dengan Sastra

            Manusia dan kesusastraan memiliki hubungan yang saling mengisi. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna yang diberi akal dan pikiran untuk berhubungan dengan sekitarnya. Untuk saling berinteraksi dengan sesama, manusia membutuhkan suatu alat komunikasi, yaitu bahasa.
            Dengan menggunakan bahasa juga, sesama manusia bisa saling bertukar informasi. Sebagai makhluk hidup yang mempunyai akal dan pikiran, manusia dapat berfikir mana yang baik dan mana yang buruk, dan juga dapat memperkaya ilmu pengetahuan.
            Di dalam sastra, manusia juga berperan penting dalam membudayakan sebuah bahasa, dan tidak hanya bahasa saja, tapi sastra lain seperti drama dan teater. Diperlukan keahlian yang khusus untuk dapat memainkan peran yang baik menggunakan bahasa yang baik pula. Sastra juga termasuk seni yang bisa dikembangkan dengan baik oleh manusia yang berkreatif. Tanpa adanya manusia, sastra pun tidak akan pernah muncul, karena sastra berakar dari kepribadian seorang manusia itu sendiri.
Sastra adalah seni berbahasa.
Sastra adalah ungkapan spontan dari perasaan yang mendalam.
Sastra adalah ekspresi pikiran (pandangan, ide, perasaan, pemikiran) dalam bahasa.
Sastra adalah sebuah inspirasi kehidupan yang dimateraikan dalam bentuk keindahan.
            Sastra adalah buku-buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang mendalam dan kebenara moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan, dan bentuk yang memesona.
            Sastra adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.
            Kesusastraan (prosa dan puisi) sesungguhnya terkait dengan seluruh aspek kehidupan. Hanya saja karena pemaparannya menempuh lajur rekaan imajinasi, sehingga nampak semu. Tapi dalam kesemuannya itu, sastra merefleksikan fenomena hidup beragam dengan mendalam, mengikuti cipta-rasa-karsa penulisnya.
            Untuk itu memang diperlukan kesiapan: apresiasi, interpretasi dan analisis, sehingga dunia rekaan didalam sastra jelas kaitannya dengan seluruh aspek kehidupan. Kritik sebagai perangkat penting yang sesungguhnya berfungsi menunjukkan arti kehadiran sastra.
            Ilmu Budaya Dasar dengan Kesusateraan sangat berkaitan dengan yang dinamakan Prosa dan Puisi. Karena sastra dalam negara Indonesia sangat mengutamakan tentang Prosa dan Puisi.
A.  Manusia dengan Prosa       
            Istilah prosa banyak padananya. Terkadang disebut narrative fiction, prose fiction, atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia, istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan yang dihasilkan oleh daya imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek.
            Prosa adalah  suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya.
            Kata prosa itu sendiri berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karena itu, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.
            Prosa juga dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat. Prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
            Dalam kesusastraan Indonesia, kita mengenal jenis prosa baru dan prosa lama. Dimana prosa baru meliputi cerita pendek, novel, biografi, kisah, dan otobiografi, sedangkan prosa lama meliputi dogeng, hikayat, sejarah, epos, dan cerita pelipur lara.
Adapun nilai-nilai yang dapat diperoleh pembaca lewat sastra antara lain:
  1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
  2. Prosa fiksi memberikan informasi
  3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
  4. Prosa fiksi memberikan keseimbangan wawasan

            Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua; Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya. Ada juga yang tentunya  menyuarakan keduanya.
 Contoh Prosa Lama :
1. Hikayat
            Hikayat, berasal dari India dan Arab, berisikan cerita kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, serta raja-raja yang memiliki kekuatan gaib. Kesaktian dan kekuatan luar biasa yang dimiliki seseorang, yang diceritakan dalam hikayat kadang tidak masuk akal. Namun dalam hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah. Contoh : Hikayat Hang Tuah, Kabayan, si Pitung, Hikayat si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman.
2. Sejarah
            Sejarah (tambo), adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain berisikan peristiwa sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja. Sejarah yang berisikan silsilah raja ini ditulis oleh para sastrawan masyarakat lama. Contoh : Sejarah Melayu karya datuk Bendahara Paduka Raja alias Tun Sri Lanang yang ditulis tahun 1612.
3. Kisah
            Kisah, adalah cerita tentang cerita perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lain. Contoh : Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jedah.
4. Dongeng
            Dongeng, adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Dongeng sendiri banyak ragamnya, yaitu sebagai berikut :
- Fabel, adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang). Contoh : Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, dan lain-lain.
- Mite (mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib. Contoh : Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai, dan lain-lain.
- Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah. Contoh : Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dan lain-lain.
- Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Contoh : Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dan lain-lain.-
- Dongeng jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas atau cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor.
Contoh : Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dan lain-lain.
Contoh Prosa Baru :
1. Roman
            Roman adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Roman mengungkap adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh, alur bercabang-cabang, banyak digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut. dugfiugs
Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:
- Roman transendensi, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.
- Roman sosial adalah roman yang memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.
- Roman sejarah yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.
- Roman psikologis yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.
- Roman detektif merupakan roman yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.
2. Novel
            Novel berasal dari Italia. yaitu novella ‘berita’. Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib pelaku. lika roman condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen. Contoh: Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer, Perburuan oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah oleh Iwan Simatupang, Surabaya oleh Idrus.
3. Cerpen
            Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakam sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan telapi hat itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Contoh: Radio Masyarakat oleh Rosihan Anwar, Bola Lampu oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh. Kosim, Wajah yang Bembah oleh Trisno Sumarjo, Robohnya Surau Kami oleh A.A. Navis.
4. Riwayat
            Riwayat (biografi), adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.I Habibie, Ki Hajar Dewantara.
B.   Manusia dengan Puisi       
            Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
            Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan figura bahasa, kata-kata yang ambigu, kata-kata berjiwa, kata-kata konotatif, dan pengulangan.
            Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποι (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
Macam-macam puisi dibedakan berdasarkan zaman :
Puisi lama Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
1. Jumlah kata dalam 1 baris
2. Jumlah baris dalam 1 bait
3. Persajakan (rima)
4. Banyak suku kata tiap baris
5. Irama
~ Ciri puisi lama:
Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
~ Jenis-Jenis Puisi Lama :
Mantra
Karmina (Pantun singkat)
Talibun
Syair
Gurindam
Pantun
            Puisi Baru : Puisi yang muncul karena pengaruh sastra barat. Puisi baru adalah puisi yang lebih bebas dalam penggunaan rima, pilihan kata, serta irama.
            Puisi bebas yang muncul pada tahun awal kemerdekaan yang dipelopori oleh Chairil Anwar. Puisi ini tidak mengutamakan bentuk puisi namun lebih mengutamakan isi dan makna dari puisi tersebut.
            Kepuitisan, keartistikan, atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
Figura bahasa
Kata-kata yang ambiquitas
Kata-kata berjiwa
Kata-kata yang konotatif, dan
Pengulangan
~ Jenis-Jenis Puisi Baru :
1. Balada
2. Himne
3. Ode
4. Epigram
5. Romansa
6. Elegi
7. Satire
8. Distikon
9. Terzina
10. Kuatrain
11. Kuint dll.
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
Puisi dan Keinsyafan/Kesadaran Individual
            Dengan membaca puisi kita diajak untuk dapat menjenguk hati / pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri. Karena melalui puisinya penyair menunjukkan kepada pembaca bagian lain dalam hati manusia, dan menjelaskan pengalaman setiap orang.
Puisi dan Keinsyafan Sosial
            Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang terlibat dalam issue dan problem sosial. Secara imaginatif, puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :

Penderitaan atas ketidakadilan
Perjuangan untuk kekuasaaan
Konflik dengan sesamanya
Pemberontakan terhadap hukum Tuhan
Hubungan Puisi dengan Pengalaman Hidup Manusia
            Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut ” pengalaman perwakilan “. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar sekumpulan pengalaman langsung yang terbatas.
            Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.

C.   Garis besar sastra
Ada juga tiga hal yang berkaitan dengan pengertian sastra, yaitu ilmu sastra, teori sastra dan karya sastra, yaitu :
1.  Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra.
2.  Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
3.  Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik, seperti puisi, cerpen/novel, atau drama.
            Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.
             Kedua macam karya sastra ini selalu menyampaikan masalah. Masalah disampaikan dengan jalan menyajikan interaksi tokoh-tokohnya. Masing-masing tokoh mempunyai tempramen, pendirian, dan kemauan yang berbeda-beda. Perbedaan ini menimbulkan konflik, yang dapat terjadi baik dalam diri tokoh sendiri maupun diantara tokoh satu dengan tokoh lainnya.