Rabu, 18 Mei 2016

Teknologi Nano




Apa itu teknologi nano?     

                Teknologi Nano adalah manipulasi materi pada skala atomik dan skala molekular. Diameter atom berkisar antara 62 pikometer (atom Helium) sampai 520 pikometer (atom Cesium), sedangkan kombinasi dari beberapa atom membentuk molekul dengan kisaran ukuran nano. 

                Deskripsi awal dari nano teknologi mengacu pada tujuan penggunaan teknologi untuk memanipulasi atom & molekul untuk membuat produk berskala makro.Deskripsi yang lebih umum adalh menipulasi materi dengan ukuran maksimum 100 nanometer.




Teknologinanohijau

            Teknologi nano hijau (bahasa Inggris: green nanotechnology) merujuk kepada teknologi nano untuk meningkatkan kualitas keberlangsungan lingkungan. Teknologi nano hijau juga merujuk kepada penggunaan teknologi nano untuk membuat produk ramah lingkungan berbasis nano dan penggunaannya.

            Teknologi nano hijau telah didefinisikan sebagai pengembangan teknologi bersih untuk meminimalisasir potensi risiko kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan manusia terkait proses manufaktur dan penggunaan teknologi nano untuk mendorong digantikannya produk yang sudah ada dengan produk nano yang lebih ramah lingkungan sepanjang usia penggunaannya.



Teknologi nano hijau memiliki dua tujuan utama: memproduksi material nano tanpa merusak lingkungan dan kesehatan manusia, dan memproduksi produk nano untuk menyelesaikan masalah lingkungan. 

            Tujuan kedua dari teknologi nano hijau melibatkan pengembangan produk yang menguntungkan lingkungan secara langsung maupun tidak langsung. Material atau produk nano secara langsung mampi membersihkan limbah berbahaya, melakukan desalinasi, membersihkan polutan, atau mendeteksi dan memantau tingkat polusi. Secara tidak langsung, nanokomposit yang ringan untuk otomotif berarti mengurangi energi dan penggunaan bahan bakar bagi kendaraan.




Sel surya

            Salah satu proyek besar yang sedang dikerjakan adalah sel surya berbasis teknologi nano. Selsurya akan menjadi lebih efisien, dalam hal energi yang dihasilkan per ukuran tebal atau per biaya produksi, jika mereka bisa dibuat lebih tipis. 

           Teknologi nano pelapis (coating nanotechnology) untuk melapisi sel surya terkini juga mampu membuat sel surya tetap bersih sehingga bisa menyerap sinar matahari secara optimal sepanjang usia penggunaannya.



Pengolahan air

            Teknologi nano berpotensi tinggi untuk digunakan dalam teknologi pengolahan air permukaan, air tanah, hingga air limbah.Hal ini dikarenakan bahan nano mampu didesain untuk menyaring dalam skala nano sehingga air mampu lewat namun material berukuran besar seperti bakteri dan virus serta produknya (toksin) tidak bisa.Selain itu, katalis dan penyaring mampu didesain untuk menghasilkan kekuatan adsorpsi tinggi sehingga mampu menyerap ion logam berat. Kemampuan ini juga bisa dipakai dalam menyaring gas buang.

            Nanofiber, nanofiltration, dan membran nano adalah penerapan terkini teknologi nano dalam pengolahan air. Teknologi nano dapat menangkap dan menyaring kontaminan berbahaya seperti bakteri, virus, dan logam berat karena besarnya luas permukaan dari partikel dan material nano yang dapat meningkatkan laju reaktivitas, penyerapan, dan pengen dapan kontaminan secara signifikan.





Cat nano

            Teknologi di bidang cat sudah berkembang pesat. Banyak cat yang sudah ramah terhadap lingkungan sehingga menghasilkan lingkungan yang lebih baik atau sehat.Dengan nanoteknologi telahdibuat cat yang dapat membersihkan udara.Sehingga cat tersebut secara aktif mengkonversi zat berbahaya diudara menjadi zat yang tidak berbahaya.

           Teknologi cat yang memanfaatkan nano teknologi untuk menghasilkan lingkungan yang lebih sehat.Yaitu dengan meadopsi teknologi di bidang kesehatan, yaitu dengan menambahkan nano partikel perak pada cat. Partikel ini memilikisifat anti bakterial. Sehingga cat memiliki efek biosidal ion perak yang dapat mencegah pertumbuhan jamur, alga dan bakteri.



Beton nano

            Konstruksi bangunan menjadi dua kali lebih kokoh, tahan gempa, dan kedap air laut menggunakan bahan konstruksi nanosilika. Material jenis ini dapat dihasilkan melalui pengolahan silika yang melimpah ruah di Indonesia dengan teknologi nano.

            "Dengan campuran 10 persen bahan nano silika, kekuatan beton bertambah menjadi dua kali lipatnya," kata penemu dan pemilik paten nanosilika Dr. Nurul Taufiqu Rochman di sela Konferensi Internasional Advanced Material and Practical Nanotechnology di Serpong, Banten, Senin (4/9).




 

Indonesia memiliki potensi silika hingga miliaran ton. Bahan tersebut dapat ditemukan di berbagai tempat seperti pantai, pegunungan, dan lain-lain sehingga dapat diperoleh dengan mudah dan murah.

            Untuk mengolah silika, ujar Nurul, pihaknya telah mematenkan alat pengolah khusus ball mill. Alat ini yang menghancurkan mineral tersebut hingga berukuran nanometer (sepermiliar meter).

            Nano silika harganya hanya 30 persen lebih mahal daripada semen, namun kualitasny amencapai dua kali lipat. Produksi nanosilika dalam negeri menjadi alternatif untuk menggantikan mikrosilika yang saat ini masih diimpor dan dengan harga relatif jauh lebih mahal.




Ultra High Pressure Concrete (UHPC)

            UHPC merupakan produk dari material konstruksi High Tech, yang memungkinkan dihasilkannya beton dengan kekuatan sangat tinggi, dimana kuat tekan beton menyamai kekuatan baja, yaitu dapat mencapai 200 – 250 N/mm² (MPa).

            Sebagai perbandingan di Indonesia kuat tekan beton yang dipakai sampai saat ini maksimum 70 N/mm², dan baja konstruksi mempunyai kekuatan 240 N/mm²
            Tingginya kekuatan beton yang dihasilkan dari suatu mix design UHPC dipengaruhi oleh beberapa hal pokok: 

-Rendahnya perbandingan air dan semen yang digunakan, yaitu lebih rendah dari 0,25.
-Penggunaan semen dengan bahan tambahan dari kelompok bahan mineral seperti mikrosilika.
-Agregathalus pasirdengan diameter 0,125 – 0,50 mm

-Partikel sangat halus yaitu tepung quarz.
-Superplastisizer.
 




Dalam campuran UHPC ditambahkan serat baja atau pun serat polypropylene agar UHPC dapat mencapai daktilitas yang cukup untuk mencegah terjadinya keruntuhan yang bersifat tiba tiba.

            Karena kekuatannya sangat tinggi penggunaan UHPC memungkinkandihasilkannya struktur beton yang ringan dan ramping, yang berarti dapat menghemat sumber daya alam dan enerji.

            Ringannya berat sendiri struktur memungkinkan dicapainya bentang struktur yang lebih lebar dan bertambahnya tingginya bangunan. UHPC merupakan beton yang sangat padat sehingga dapat melindungi tulangan baja terhadap bahaya korosi, sehingga menjamin durability struktur.